Desa Cinandang
Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto
Sejarah Waduk Windu
Waduk Windu adalah waduk yang berlokasi di Desa Cinandang tepatnya sebagian di Dusun Sidobungah dan sebagian lagi di Dusun Sidotangi, dengan luas kurang lebih 2 Ha, yang sekarang dijadikan obyek wisata air di Desa Cinandang.
Nama Waduk Windu bukan hanya sekedar sebuah nama tempat wisata, namun menyimpan kisah dan cerita tersendiri dari nenek moyang terdahulu. Sejak kapan waduk itu ada? Dan dari mana waduk itu terbentuk? Informasi secara pasti tidak ada yang tahu, ketika menggali informasi dari orang-orang tertua di desa, sejak kapan dan tahun berapa ada waduk itu. Rata-rata menjawab tidak tahu persis mulai kapan terbentuk sebuah waduk.
Ketika cerita awal, waduk windu keadaanya masih berupa rawa, diseberang jalan terdapat rumpun bambu lebat menaungi jalan setapak (sekarang Jalan Raya Cinandang). Di sekeliling waduk terdapat beberapa pohon besar yang menaungi waduk, pohon ambar, pohon sono, dan tanaman belukar lainya yang dulu digunakan anak-anak bermain terjun ke air, disamping mereka memandikan hewan ternak baik sapi maupun kambing.
Singkat cerita, pada tahun 2004 ada pengerukan (normalisasi) waduk. Dan pada proses itu di temukan bongkahan akar jati yang sudah tua, dan beberapa batang kayu lainya. Ini menandakan bahwa waduk itu terbentuk dari dahulu.
Kenapa dinamakan Waduk Windu, karena posisi waduk terapit dua buah sumur yang mata airnya tidak pernah surut, dan merupakan pusat untuk mengambil kebutuhan air bersih warga 3 dusun (Sidotangi, Sidobungah, Cinandang). Sumur tersebut berada di sebelah utara waduk dan yang satunya berada di sebelah selatan waduk. Sumur itu dinamakan sumur windu karena merupakan sumur sumber abadi. Maka dari itu waduk tersebut diberi nama Waduk Windu, yang sekarang jadi obyek wisata air dan kuliner. di samping sebagai sarana irigasi pertanian.
Dari sekilas cerita diatas maka sampai sekarang orang-orang menyebutnya Waduk Windu.



Huda
08 Agustus 2025 10:43:41
Sangat bagus sebagai pemula...